Manusia Merupakan Kesatuan Nyawa Yang Tak Terhingga Jumlahnya

organ tubuhKita umat manusia dapat menyambung “kehidupan” di bumi ini karena kehadiran flora dan fauna, serta mikroorganisme. Semua kehidupan itu hidup dengan mengambil manfaat dari kehidupan lain. Mengambil manfaat di sini bukan hanya bermakna memakan. Karena di dalam tubuh kita manusia, banyak kehidupan berupa bakteri hidup berdampingan, dan tanpa keberadaan mereka, kita tidak mungkin bisa hidup meski hanya sehari.

Selain itu, 60 triliun sel penyusun tubuh kita, masing-masing merupakan satu bentuk kehidupan yang dilengkapidenga gen. Kita mengetahui gen patut pula disebut ”  keseluruhan data kehidupan”. Dari jalan pikiran ini, bisa dikatakan bahwa seorang manusia merupakan kumpulan kehidupan yang trdiri atas 60 triliun sel ditambah sekian ratus triliun bakteri.

Sesungguhnya, kehidupan tak terhingga jumlahnya yang membentuk anda sebagai seorang manusia itu, tak henti – henti melakukan komunikasi (pertukaran informasi) untuk melestarikan kesehatan anda. Seandainya tidak ada komunikasi, bagaimana tubuh menilai enzim mana yang diperlukan dari sekian ribu jenis yang ada, bagaimana menyampaikannya, dan bagaimana membuat kuantitas yang tepat dari jenis enzim yang tepat? Saya pikir semua proses itu hanya bisa dilakukan dengan pertukaran informasi antara sel dalam usus dan gen dalam tubuh. Artinya, enzim dihasilkan sambil terjadi komunikasi seperti itu. Apabila komunikasi antara tiga pihak : enzim, mikroorganisme (termasuk bakteri dalam usus), dan gen, atau komunikasi segitiga berlangsung lancar, maka sistem kekebalan berfungsi secara sempurna sehingga kesehatan tubuh akan terpelihara.

Lalu apakah yang memungkinkan komunikasi segitiga tersebut? Saya berfikir , “air” lah yang memegang peranan besar. Unsur penyusun tubuh manusia yang terbanyak adalah air. Air menepati 60-70% tubuh manusia. Tentu saja air ada di dalam organ dan sel-sel tubuh, dan bahkan pada kulit yang terasa kering pun dipenuhi oleh air. Air yang berlimpah itu mengintari dalam tubuh melalui “empat aliran air”, yaitu “aliran darah dan getah bening”, “aliran pencernaan”, “aliran urine”, dan “aliran udara”. saya menduga “empat aliran air” dalam tubuh ini menjadi katalis bagi pertukaran informasi atau jalinan komunikasi antara gen, mikroorganisme, dan enzim.

Ada satu lagi di luar “aliran air” yang menjalankan peran besar dalam komunikasi dalam tubuh, yaitu “aliran ki (aliran chi atau tenaga dalam)”. Ki, serupa dengan Enzim Ajaib, juga belum dibuktikan secara ilmu kedokteran, tetapi sudah diakui menurut kenyataan empiris bahwa keberadaannya berpengaruh besar bagi tubuh manusia. Kenyataannya, ilmu kedokteran timur sejak beribu tahun lalu menggunkan metode pengobatan yang memanfaatkan “aliran ki ” dan menunjukkan kemanjurannya.

Selain itu, data klinis yang saya kumpulkan mengisyaratkan saling berpengaruhnya komunikasi segitiga antara gen, mikroorganisme, dan enzim dan lima aliran besar di dalam tubuh. Saat komunikasi segitiga berlangsung lancar, kelima aliran pun mulus, sedangkan apabila kelima aliran itu mulus, komunikasi segitiga pun lancar, atau dengan kata lain sehat.

Tubuh manusia merupakan kesatuan dari hidup (nyawa) yang tak terhingga jumlahnya, dan sekaligus merupakan komunitas yang ditakdirkan berbagi satu nyawa. Hal yang buruk untuk satu bagian tubuh, buruk untuk seluruhnya. Dan sebaliknya, hal yang baik untuk satu bagiannya, baik pula untuk seluruh tubuh. Misalnya, rokok dikatakan buruk untuk paru-paru, namun sebenarnya kerusakan akibat rokok sampai keseluruh tubuh melalui lima aliran yang telah dijelaskan. Sebaliknya, mengonsumsi makanan yang baik untuk usus tidak hanya baik untuk raut usus, melainkan bermanfaat bagi kesehatan seluruh tubuh.  Metode praktis untuk hidup sehat dan berumur panjang dibagi menjadi 7 kategori sbb :

  1. Pola makan yang benar
  2. Air yang baik
  3. Pembuangan yang benar
  4. Pernapasan yang benar
  5. Olah raga yang cukup
  6. Istirahat dan tidur yang baik
  7. Tertawa dan perasaan bahagia

“Tujuh Kunci Hidup Sehat” ini semuanya mencegah terkurasnya enzim, meningkatkan, dan mengaktifkan enzim, serta sekaligus memperbaiki “lima aliran”yang bertalian erat dengan sistem kekebalan tubuh.

Tubuh manusia dari awalnya diciptakan agar tidak jatuh sakit. Meskipun begitu, banyak orang yang menderita karena penyakit. Hal ini disebabkan sistem kekebalan yang ada pada tubuh tidak berfungsi dengan baik. Para praktisi “terapi enzim” yang saya anjurkan bisa hidup sehat dan panjang umur karena sistem kekebalan tubuh mereka menjadi bekerja secara normal.

Dari Buku “Terapi Enzim”, Hal 20, Penulis Hiromi Shinya.

 

 

Untuk info lebih lanjut
Hub : 085100865928
PT. Kangen Center Indonesia
Kompleks Multatuli Indah Blok FF 28-29
Medan – Indonesia

Posted in Health info, Uncategorized.